Monday, 21 September 2015

Tembang Dolanan Bocah

Gundhul-Gundhul Pacul

Gundhul-gundhul pacul cul gemblelengan
Nyunggi-nyunggi wakul ku gemblelengan
Wakul glempang segane dadi saklatar
Wakul glempang segane dadi saklatar


Menthog-Menthog

Menthog menthog takkandhani mung rupamu angisin-isini
mbok ya aja ngetok ana kandhang wae
enak-enak ngorok ora nyambut gawe
menthog menthog mung lakumu
megal-megol gawe guyu

Cublak-Cublak Suweng

Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundhung gudel
Pak Gempong lera-lere
Sapa ngguyu ndhelikake
Sir sir pong dhele kopong
Sir sir pong dhele kopong

Jaranan

Jaranan jaranan jarane jaran teji
Sing numpak Ndoro Bei
Sing ngiring para mentri
Jeg jeg nong, jreg jreg gung
Jeg jeg gedebug krincing
Jeg jeg gedebug jedher

Sluku-Sluku Bathok

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung montha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit

Ilir-Ilir

Lir ilir lir ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Taksengguh temanten anyar
Cah angon cah angon
Penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna
Kanggo mbasuh dodotira
Dodotira dodotira
Kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatana
Kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo sorako sorak iyo

Padhang Bulan

Yo pra kanca dolanan ing njaba
Padhang mbulan padhange kaya rina
Rembulane e sing ngawe awe
Ngelikake aja padha turu sore

Dhondnhong Apa Salak

Dhondhong apa salak
Duku cilik cilik
Ngandhong apa mbecak
Mlaku thimik thimik





Soal-soal biologi SMA dan pembahasannya bagian 1

1. Berikut ini nama latin dua jenis hewan
Panthera pardus (macan tutul)
Panthera tigris (harimau)
Dari nama latin hewan tersebut, macan tutul dan harimau mempunyai hubungan kekerabatan yang paling dekat dalam tingkat ....
a. spesies
b. kelas
c. ordo
d. familia
e. genus
Jawaban : e
Pembahasan
Jika dilihat dari kedua nama pada kata pertama untuk kedua hewan tersebut terlihat bahwa keduanya berada pada tingkatan takson terendah dalam satu genus atau marga.

2. Pohon lontar tumbuh subur di daerah dataran rendah, pohon aren tumbuh subur di pegunungan, dan pohon kelapa banyak tumbuh subur di daerah pantai. Pohon lontar, aren, dan kelapa tergolong dalam keanekaragaman tingkat ....
a. gen
b. jenis
c. genus
d. populasi
e. ekosistem
Jawaban: b
Pembahasan
Lontar, aren, dan kelapa tergolong dalam suku Palmae, jadi tergolong pada satu suku --> keanekaragaman tingkat jenis walaupun ada habitat  disebutkan di soal, tidak ada kesamaan faktor habitat dan unsur abiotiknya sehingga tidak digolongkan pada tingkat ekosistem.

3. Perhatikan ciri-ciri tumbuhan sebagai berikut.
1. Hidup di tempat lembap
2. Mempunyai pembuluh angkut
3. Bersifat heterotrof
4. Mempunyai klorofil
Ciri-ciri fungi terdapat dalam nomor ...
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4
e. 3 dan 4
Jawaban: b
Pembahasan
Fungi adalah kingdom makhluk hidup dengan ciri utama --> hidup di tempat lembap yang kaya bahan organik, tak berklorofil, tidak memiliki pembuluh angkut, serta bersifat heterotrof.

4. Endosperma adalah cadangan makanan bagi embrio dalam masa awal pertumbuhannya. Endosperma berasal dari peleburan antara ....
a. sperma yang haploid dengan ovum yang haploid
b. inti sperma 1 haploid dengan inti kandung lembaga sekunder
c. inti sperma 1 diploid dengan inti kandung lembaga sekunder
d. inti sperma 2 haploid dengan inti kandung lembaga sekunder
e. inti sperma 2 diploid dengan inti kandung lembaga sekunder
Jawaban: d
Pembahasan
Endosperma (3n) yang menjadi cadangan makanan bagi embrio merupakan hasil peleburan inti generatif/inti sperma 2 yang haploid dengan inti kandung lembaga sekunder yang diploid.

5. Berikut ini ciri suatu spesies cacing.
1. Merupakan anggota Platyhelminthes
2. Hospes definitif berupa manusia
3. Mempunyai dua hospes intermediet (manusia dan Lymnaea sp.)
4. Masuk tubuh manusia melalui makanan
Organisme yang dimaksud adalah ....
a. Ascaris lumbricoides
b. Taenia saginata
c. Taenia solium
d. Fasciola hepatica
e. Chlonorchis sinensis
Jawaban: d
Pembahasan
Dari kelima cacing pipih di atas yang memiliki hospes intermediet manusia dan siput hanya cacing hati --> Fasciola hepatica.

6. Perhatikan ciri hewan vertebrata berikut.
1. Beradaptasi di kehidupan darat.
2. Jantung 4 ruang tidak sempurna.
3. Poikilotermik.
4. Fertilisasi internal
5. Bersifat ovipar dan ovovivipar
Jawaban: b
Pembahasan
Pada beberapa ciri yang diberikan diketahui hewan ini memiliki ruang jantung 4 tidak sempurna, bersisik, serta poikilotermik. Ciri ini pasti dimiliki oleh Reptilia sebab jantung Reptil pada ventrikelnya bercelah (terdapat foramen pannizae).

7. Berikut ini kelompok biotik suatu ekosistem.
1. Burung elang
2. Belalang
3. Ular
4. Katak
5. Rumput
Jika terjadi proses makan dan dimakan, urutan aliran materi yang benar adalah ....
a. 5 - 4 - 3 - 2 - 1
b. 5 - 3 - 4 - 2 - 1
c. 3 - 4 - 5 - 2 - 1
d. 5 - 2 - 4 - 3 - 1
e. 5 - 1 - 2 - 3 - 4
Jawaban: d
Pembahasan
Dalam rantai makanan, urutan  proses aliran energi dimulai dari produsen ke konsumen I, II, III hingga ke konsumen puncak.

8. Bakteri E. coli menjadi indikator pencemaran organik akibat limbah yang dihasilkan oleh sistem ....
a. digesti
b. ekskresi
c. sirkulasi
d. regulasi
e. koordinasi
Jawaban: a
Pembahasan
E. coli merupakan bakteri yang normal ada di usus besar manusia dan terbawa pada feses hasil pencernaan. Akumulasi E. coli di ekosistem perairan menjadi indikator pencemaran organik akibat proses pencernaan (digesti).

9. Berikut adalah organel sel
1. Lisosom
2. Ribosom
3. Vakuola
4. Mitokondria
5. Sentrosom
Organel sel yang berfungsi mencerna benda asing dan berperan dalam pembelahan sel secara berurutan adalah ....
a. 1 dan 2
b. 1 dan 5
c. 2 dan 3
d. 5 dan 1
e. 5 dan 4
Jawaban: b
Pembahasan
Pencernaan intraseluler hasil fagositosis terhadap benda asing --> ingat Liso-Zim = Lisosom - lisis secara enzimatik dalam sel dan pembelahan sel --> Sentro - Pel = sentrosom - pembelahan sel.

10. Pengangkutan hasil fotosintesis tergantung pada jaringan vaskuler. Jaringan vaskuler yang memiliki pola pengangkutan bidirectional adalah ....
a. floem
b. xilem
c. plasmodesmata
d. endodermis
e. perisikel
Jawaban: a
Pembahasan
Pengangkutan dua arah (bidirectional) terjadi setelah proses fotosintesis selesai untuk mengedarkan hasil fotosintesis ke atas maupun bawah tubuh tumbuhan. Pembuluh yang berperan dalam mekanisme pengangkutan ini adalah pembuluh tapis/floem.

Saturday, 19 September 2015

Cara Menanggulangi Kebencian

Untuk mengatasi perasaan benci kepada seseorang atau sekelompok orang, maka Anda perlu untuk:
1. Menilai asal-usul kebencian Anda: apakah kebencian tersebut didasarkan pada sesuatu yang nyata ataukah hanya imajinasi.
2. Menentukan apakah seseorang atau sekelompok orang tersebut secara sengaja atau tidak menyakiti atau memperlakukan Anda secara buruk.
3. Mencari tahu apakah orang atau kelompok orang tersebut mengetahui betapa buruknya mereka mempengaruhi atau memperlakukan Anda.
4. Mengidentifikasi apa yang Anda pikirkan pada saat Anda diperlakukan dengan buruk oleh mereka.
5. Menidentifikasi komponen pemikiran irasional Anda mengenai perlakuan buruk ini, kemudian mencoba mengganti komponen tersebut dengan yang lebih rasional dan realistik.
6. Lakukan aktivitas terapi "Pelatihan Amarah" hingga Anda merasa berada pada tingkat di mana Anda bisa memaafkan dan melupakan masa lalu.
7. Menekankan dalam hati walaupun seseorang menyakiti Anda dengan sengaja dan dengan sangat buruk, tak ada gunanya untuk membenci dia. Kebencian hanya menguras energi emosi Anda. Anda perlu melupakannya dan lebih fokus pada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi Anda.

Nasihat-Nasihat

Manusia ada tiga macam:
1. Seseorang yang disibukkan oleh hari berpulangnya hingga lupa akan penghidupannya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang shalih.
2. Seseorang yang disibukkan oleh penghidupannya untuk hari berpulangnya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang yang beruntung.
3. Seseorang yang disibukkan oleh penghidupannya sehingga lupa kepada hari berpulangnya, maka yang demikian itu adalah tingkatan orang-orang yang binasa.
=======================================================================

Obat penawar hati itu ada lima macam, yaitu:
1. Membaca Al-Qur'an dengan menafakuri maknanya.
2. Mengosongkan perut
3. Qiyamul lail
4. Berdoa dengan merendahkan diri pada waktu sahur
5. Berteman dengan orang-orang shalih

========================================================================

Tatanan Paugeraning Urip
1. Eling lan bekti marang Gusti Kang Murbeng Dumadi
2. Percoyo lan bekti marang utusane Gusti Kang Murbeng Dumadi
3. Setyo marang kalifatullah (penggedhe negoro lan paugeran)
4. Bekti marang Bumi Nusantara
5. Bekti marang wong tuwa
6. Bekti marang sedulur tuwa
7. Tresna marang kabeh kawula mudha
8. Tresna marang sapepadaning manungsa
9. Tresna marang sapepadaning urip
10. Hormat marang kabeh agama
11. Percoyo marang hukum alam
12. Percoyo marang kapribaden dhewe tan ewah gingsir

BIOLOGI

Serba-Serbi Biologi

1. Menggigil
Menggigil diatur oleh serangkaian mekanisme sebagai berikut. Hipotalamus, di bagian bawah otak, merasakan suhu udara sangat dingin dan mengirimkan pesan-pesan ke kelenjar tiroid, kemudian memerintahkannya untuk mempercepat metabolisme. Setelah itu, otot-otot tubuh bergantian berkontraksi dan mengendur dengan cepat, sehingga menghasilkan panas. Saraf-saraf kita kemudian mengirimkan pesan-pesan ke kulit dan pori-pori kulit kita akan mengecil, untuk memastikan energi panas tetap berada dalam tubuh kita.
2. Sidik Jari
Sidik jari yang sama tidak akan pernah dimiliki oleh dua orang yang berbeda. Sidik jari adalah suatu pola yang dibentuk oleh alur-alur menonjol pada lapisan kulit di ujung buku jari-jari kita. Jika kita tempelkan tangan kita di atas wadah tinta, kemudian kita tekankan tangan kita di atas selembar kertas, maka kita dapat melihat sebagian pola sidik jari kita dengan jelas.
Bagaimana seseorang meninggalkan sidik jari pada suatu peristiwa kejahatan? Pori-pori kulit memproduksi minyak dan keringat, yang tersebarkan pada jari-jari tangan. Ketika seseorang menyentuh sesuatu, cairan-cairan tersebut tertinggal pada permukaan sesuatu tadi, dalam bentuk sidik jari.
3. Buta Warna
Buta warna adalah kelainan yang menyebabkan seseorang tidak dapat melihat atau membedakan warna-warna tertentu dengan semestinya. Tes buta warna telah tersedia dan dapat dilakukan dengan mudah untuk menguji kenormalan mata kita dalam mengenali warna-warna.
4. Penuaan
Semakin tua usia kita, maka penampilan kulit akan berubah, yaitu mengerut dan mengeriput. Sejalan dengan penuaan, serat-serat kolagen pada kulit kita akan melemah, sehingga menyebabkan kulit kita mengendur.
5. Perspirasi
Perspirasi atau pengeluaran peluh adalah cara kerja tubuh kita untuk mendinginkan dirinya. Cairan tubuh akan menguap apabila terdapat sejumlah panas di sekitar lokasi cairan itu berada. Ketika tubuh kita memanas, maka cairan dalam tubuh kita akan naik ke permukaan kulit dan menguap.
6. Kolesterol
Kolesterol adalah senyawa lemak yang ditemukan dalam darah dan beberapa makanan berlemak. Kolesterol dapat bertumpuk pada dinding arteri, sehingga menyebabkan penyempitan. Ini dapat menghambat peredaran darah dan menyebabkan penyumbatan.
7. Haus
Rasa haus yang kita alami dikendalikan oleh otak. Ketika tubuh kita membutuhkan lebih banyak air, maka kita akan mengalami rasa haus. Biasanya mulut dan kerongkongan kita akan terasa kering. Itu merupakan sebuah tanda bagi kita untuk minum lebih banyak cairan.
8. Lurus, Ikal, Keriting
Lurus, ikal, atau keritingnya rambut seseorang bergantung pada bentuk kantung rambutnya. Rambut lurus tumbuh dari kantung rambut yang bundar, sementara rambut ikal berasal dari kantung rambut oval, dan rambut keriting berasal dari kantung rambut yang rata.
9. Alergi
Alergi adalah kondisi apa pun yang menyebabkan seseorang bereaksi secara hipersensitif atau perilaku tak biasa, terhadap sembarang senyawa, benda-benda, atau perantara lainnya.
10. Saat Kita Bersin
Ketika kita bersin, maka titik-titik air akan berhamburan ke berbagai arah melalui mulut dan hidung. Titik-titik air itu mengandung berbagai mikroba yang berasal dari paru-paru. Inilah salah satu cara penyebaran penyakit flu.

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling fundamental karena perkembangan anak di masa selanjutnya akan sangat ditentukan oleh berbagai stimulasi bermakna yang diberikan sejak usia dini. Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling tepat dalam memberikan dorongan atau upaya pengembangan agar anak dapat berkembang secara optimal.
Masa usia dini adalah masa emas perkembangan anak dimana semua aspek perkembangan dapat dengan mudah distimulasi. Periode emas ini hanya berlangsung satu kali sepanjang rentang kehidupan manusia. Oleh karena itu, pada masa usia dini perlu dilakukan upaya pengembangan menyeluruh yang melibatkan aspek pengasuhan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.
Penelitian menunjukkan bahwa masa peka belajar anak dimulai dari anak dalam kandungan sampai 1000 hari pertama kehidupannya. Menurut ahli neurologi, pada saat lahir otak bayi mengandung 100 sampai 200 milyar neuron atau sel saraf yang siap melakukan sambungan antarsel. Sekitar 50% kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika berusia 8 sampai 18 tahun.  Penelitian lain juga menunjukkan bahwa stimulasi pada usia lahir 3 tahun ini jika didasari pada kasih sayang bahkan bisa merangsang 10 trilyun sel otak. Namun demikian, dengan satu bentakan saja 1 milyar sel otak akan rusak, sedangkan tindak kekerasan akan memusnahkan 10 miliar sel otak.
Dalam proses pendidikan, anak usia dini membutuhkan keteladanan, motivasi, pengayoman/perlindungan, dan pengawasan secara berkesinambungan sebagaimana dicontohkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam filosofi: ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Usia dini adalah masa ketika anak menghabiskan sebagian besar waktu untuk bermain, karenanya pembelajaran pada PAUD dilaksanakan melalui bermain dan kegiatan-kegiatan yang mengandung prinsip bermain.

Kumpulan Cerita Lucu

Gagal Total 

Ono pasien RS Jiwa duwe niat lungo seka rumah sakit merga ora krasan dirawat neng kono.

Pasien 1: "Kang awake dhewe lungo seka kene wae, aku wis ora betah tenan neng kene".
Pasien 2: "Lha carane piye?"
Pasien 1: "Gampang! Lawange sing ketutup kuwi didhobrak, terus sing jaga digebugi nganti lumpuh".
Pasien 2: "Setuju!"

Sakwijining dina sing wis ditentokake, wong loro mau thimik-thimik ngindhik lan nyedhaki gerbang Rumah Sakit, rencana nggebugi penjaga karo ndhobrak lawang wis mateng.

Pasien 1: "Wadhuuuuuh...Gagal total rencanane awake dhewe Kang".
Pasien 2: " Kae lawange mbukak tur penjagane ora ana".
Pasien 2: "Hooh ki nek ngono dibaleni sesuk wae yo..."

..................................................................................................................................................................................

Semar, Gareng, lan Bagong dolan neng Surabaya tilik Petruk. Wong telu kuwi nginep neng Hotel JW Marriot, kamar neng tingkat 45.
Awan nganti bengi wong 3 dolan neng Mall Plaza Tunjungan, pas balik hotel, tekan lobby listrike mati, dadi kudu lewat tangga. Ben ora kroso leh munggah wong 3 bagi tugas. Seko tingkat 1-15, Semar kudu crito sing lucu-lucu, njur seko tingkat 16-30, Gareng kudu crito sing medeni, njur seko tingkat 31-45, Bagong kudu crito sing sedih-sedih.
Wong 3 mulai munggah, Semar mulai crito lucu-lucu, wong 3 ngguyu-ngguyu ora kroso wis tekan tingkat 15. Banjur Gareng crito sing medeni marai tegang, ngerti-ngerti wong 3 wis tekan tingkat 30.
Giliran Bagong kudu crito. Bagong (ekspresi rupo sedih): "Iki ceritone sedih buanget...Aku sakjane seko mau arep crito, tapi wedi nek marai jengkel."
Semar: "Crito o wae cepet, rapopo wis meh tekan tingkat 40!"
Bagong: "ngene...lho...kunci kamare ketinggalan neng mobil.."
Gareng: "Bagoooooooong....
Ngopo ra crito ket mau?" (mripate karo mendelik)
Bagong: "Lha aku durung entuk giliran crito...!!
Njur Bagong lan Gareng mudhun maneh meh njupuk kunci kamar.
Semar gandheng wis tuwo ora melu.
Tekan ngisor parkiran Gareng ngomong, "Gong, aku ono crito horor kie..."
Bagong: "Horor piye Reng?"
Gareng: "kunci mobile digowo Semar..."

...................................................................................................................................................................................

Basa Jawa

Arane Kembang
1. Kembang aren arane dangu
2. Kembang blimbing arane maya
3. Kembang blutru arane montro
4. Kembang cengkeh arane polong
5. Kembang cubung arane torong
6. Kembang dhadhap arane celung
7. Kembang durenarane dlongop
8. Kembang ganyong arane puspanyindra
9. Kembang garut arane grameng
10. Kembang gebang arane kranding
11. Kembang gedhang arane ontong (tuntut)
12. Kembang gembili arane seneng
13. Kembang jagung arane sinuwun (jeprak)
14. Kembang jambe arane mayang
15. Kembang jambu arane karuk
16. Kembang jarak arane juwis
17. Kembang jati arane janggleng
18. Kembang jengkol arane kecuwis
19. Kembang kacang arane besengut (bundhel)
20. Kembang kanthil arane gadhing
21. Kembang kapas arane kadhi
22. Kembang kara arane kepek
23. Kembang kecipir arane cethethet
24. Kembang kelor arane limaran
25. Kembang kemlandhingan arane jedhidhing
26. Kembang kencur arane sedhet
27. Kembang tales (kimpul) arane pancal
28. Kembang kluwih arane onthel
29. Kembang kopi arane blanggreng
30. Kembang krambil arane manggar
31. Kembang krokot arane naknik
32. Kembang lamtoro arane jedhidhing
33. Kembang lombok arane menik
34. Kembang mlinjo (so) arane uceng (kroto)
35. Kembang nangka arane angkup
36. Kembang nipah arane dongong
37. Kembang pandhan arane pudhak
38. Kembang pace arane nyrewenteh
39. Kembang pete arane pendul
40. Kembang pohung arane ingklik
41. Kembang pring arane krosak
42. Kembang randhu arane karuk
43. Kembang salak arane ketheker
44. Kembang suruh arane drenges
45. Kembang tebu arane glagah
46. Kembang timun arane montro
47. Kembang widara putih arane rejasa

Friday, 18 September 2015

PARANGTRITIS

PARANGTRITIS

Siapa yang nggak kenal Pantai Parangtritis, pastinya semua kenal, bahkan sering mondar-mandir ke sini. Pantai ini memang sangat indah, selain pantainya yang luas, pasirnya yang putih, ada gumuk pasirnya juga lho…Gumuk pasir yang ada di sini beragam polanya, ada yang berbentuk tapal kuda, lingkaran, ataupun parabola.
Gumuk pasir atau sand dune adalah fenomena alam berupa gundukan-gundukan pasir yang berbentuk bukit-bukit yang disebabkan oleh hembusan angin. Gumuk Pasir Parangtritis ini membentang dari Pantai Depok sampai Pantai Parang Kusumo…..
Di Parangtritis bisa main apa aja, mau berlayang-layang ria, mau berkuda ria, mau menguji tendangan kaki terhadap bola bisa.
Malam harinya juga sangat menyenangkan, di temaram cahaya lampu penjual jagung rebus, wedang ronde, rujak buah, HIK, mie ayam, bakso kita bisa melihat deburan ombak, menyatu dengan hamparan pasir di malam hari.
O iya, di sepanjang perjalanan menuju pantai ini, ada Sate klatak yang maknyusss abis…, apaan sih sate klatak, hehe….itu lho sate kambing unik…kenapa unik? karena hanya dibumbui dengan garam doang dan dibakar dengan jeruji besi, makannya dikasih kuah kuning….mmm jadi pengen ke sana lagi nih…
Pantai Parangtritis deket dengan Pantai Parangkusumo dan Pantai Depok……, semua asyik deh untuk dikunjungi.








































Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Hakikat RPP
RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.
Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD/MI dan untuk guru mata pelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pengembangan RPP dilakukan sebelum awal semester atau awal tahun pelajaran dilaksanakan.
Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau berkelompok di sekolah/madrasah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh dinas pendidikan atau kantor kementerian agama setempat.

Prinsip Penyusunan RPP
1. Setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari KI-4).
2. Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
3. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik.
    RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
4. Berpusat pada peserta didik
    Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
5. Berbasis konteks
    Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.
6. Berorientasi kekinian
    Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini.
7. Mengembangkan kemandirian belajar
    Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri.
8. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran
    RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
9. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan.
    RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
10. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
      RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Komponen dan Sistematika RPP
Komponen-komponen RPP secara operasional diwujudkan dalam bentuk format berikut ini.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                :
Mata Pelajaran     :
Kelas/Semester    :
Alokasi Waktu     :

A. Kompetensi Inti (KI)
B. Kompetensi Dasar
     1. KD pada KI-1
     2. KD pada KI-2
     3. KD pada KI-3
     4. KD pada KI-4
C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)
     1. Indikator KD pada KI-1
     2. Indikator KD pada KI-2
     3. Indikator KD pada KI-3
     4. Indikator KD pada KI-4
D. Materi Pembelajaran (dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial)
E. Kegiatan Pembelajaran
    1. Pertemuan Pertama: (...JP)
        a. Kegiatan Pendahuluan
        b. Kegiatan Inti **)
            Mengamati
            Menanya
            Mengumpulkan informasi/mencoba
            Menalar/mengasosiasi
            Mengomunikasikan
        c. Kegiatan Penutup
    2. Pertemuan Kedua: (...JP)
        a. Kegiatan Pendahuluan
        b. Kegiatan Inti**)
            Mengamati
            Menanya
            Mengumpulkan informasi/mencoba
            Menalar/mengasosiasi
            Mengomunikasikan
        c. Kegiatan Penutup
    3. Pertemuan seterusnya
F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
    1. Teknik Penilaian
    2. Instrumen Penilaian
        a. Pertemuan Pertama
        b. Pertemuan Kedua
        c. Pertemuan seterusnya
    3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
        Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan penilaian.
G. Media/Alat, Bahan, dan Sumber Belajar 
     1. Media/Alat
     2. Bahan
     3. Sumber Belajar

*) Pada setiap KD dikembangkan indikator atau penanda. Indikator untuk KD yang diturunkan dari KI-1 dan KI-2 dirumuskan dalam bentuk perilaku umum yang bermuatan nilai dan sikap yang gejalanya dapat diamati sebagai dampak pengiring dari KD pada KI-3 dan KI-4. Indikator untuk KD yang diturunkan dari KI-3 dan KI-4 dirumuskan dalam bentuk perilaku spesifik yang dapat diamati dan terukur.
**)  Pada kegiatan inti, kelima pengalaman belajar tidak harus muncul seluruhnya dalam satu pertemuan tetapi dapat dilanjutkan pada pertemuan berikutnya, tergantung cakupan muatan pembelajaran. Setiap langkah pembelajaran dapat digunakan berbagai metode dan teknik pembelajaran.

Sumber: Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.